LAPORAN PRAKTIKUM
EKONOMI PERUSAHAAN
ACARA I
KUNJUNGAN INDUSTRI
Disusun Oleh :
Nama Mahasiswa : Irma Usu
NIM : 2012/336184/SV/1705
Kelompok/shift : C/1
Hari/Tanggal : Selasa,13 November 2012
Asisten : Hurun Iin
LABORATORIUM MANAJEMEN SISTEM DAN INDUSTRI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III AGROINDUSTRI
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2012
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bisnis merupakan kegiatan dalam menjual produk atau jasa agar memberikan keuntungan bagi pemiliknya.Bisnis merupakan kegiatan beresiko memberikan kerugian baik dari segi material atau non-material. Namun bila berhasil maka akan memberikan keuntungan dan kesejahteraan bagi pemiliknya. Agar terhindar dari resiko bisnis maka bisnis harus di jalankan dengan tepat dengan perencanaa yang matang dan pelaksanaan yang serius dan mantap. Bisnis terdiri atas beberapa komponen penting yang saling mendukung dan melengkapi.
Bisnis kulit memang menguntungkan karena pasar masih terbuka lebar. Namun untuk memulainya,pengusaha membutuhkan modal besar. Dengan modal 200 juta, pengusaha hanya dapat memiliki 4 molen dan di kategorikan sebagai pengusaha kecil. Namun,bisnis penyamakan kulit tidak harus memiliki meson yang banyak, pengusaha yang tidak memiliki modal peralatan yang cukup dapat menggunakan mesin milik pengusaha besar asal memberikan bayaran yang sesuai.
Pada praktikum kali ini di lakukan kunjungan industri pada PT.SEAGA tepatnya di bantul, perusahaan kecil yang mengelola kulit dan memanfaatkan hasil alam yang kemudian di jadikan suatu produk baru yang kemudian di pasarkan, baik di dalam negri maupun di luar negri, perusahaan ini merupakan perusahaan yang banyak mendapat pesanan dari produk yang di hasilkan dari kulit dan hasil alam untuk lebih jelasnya dan detailnya maka laporan ini saya susun, selain untuk menjelaskan hasil praktikum ekonomi perusahaan yang telah di lakukan dengan kunjungan industri, laporan ini juga di buat untuk memenuhi tugas membuat laporan setelah praktikum.
B. Tujuan Praktikum
1. Praktikum mengetahiu dan mendapatkan penjelasan mengenai kondisi bisnis dari pihak perusahaan.
2. Praktikum mengetahui aktivitas bisnis yang di jalankan perusahaan.
BAB II
LANDASAN TEORI
Menurut jenis kegiatannya, perusahaan dapat di bedakan menjadi perusahaan jasa, perdagangan, dan manufaktur. Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatan utamanya memproduksi produk tidak berwujud dengan tujuan mencari laba. Kata kunci dalam pengertian ini adalah produk tidak berwujud. Namun, perlu di garis bawahi bahwa dalam memproduksi produk yang di tawarkannya, perusahaan jasa biasanya menggunakan faktor-faktor produksi berwujud. Contohya peerusahaan jasa adalah usaha reparasi kendaraan. Produk yang di tawarkan oleh monitor adalah kendaraan yang dapat di jalankan kembali setelah sebelumnya mengalami kerusakan. Sementara itu, untuk membuat kendaraan tersebut dapat di jalankan kembali sang monitor memerlukan peralatan (berwujud), seperti dongkrak dan obeng (Alam,2006).
Dalam konteks pembicaraan umum, bisnis tidak terlepas dari aktivitas produksi, pembelian, penjualan, maupun pertukaran barang dan jasa yang melibatkan orang atau perusahaan. Aktivitas dalam bisnis pada umumnya punya tujuan menghasilkan laba untuk kelangsungan hidup serta mengumpulkan cukup dana bagi pelaksanaan kegiatan si pelaku bisnis itu sendiri. Dalam konteks yang lebih sempit, masyarakat awam seringkali menghubungkan bisnis dengan usaha, perusahaan atau sebuah organisasi yang menghasilkan dan menjual barang dan jasa. Sedngkan pelaku bisnis di kaitkan dengan pedagang, pengusaha, usahawan, atau orang yang bekerja dalam bisnis, serta orang yang menjalankan perusahaan atau industri komersial. Sedemikian eratnya kaitan bisnis dengan perusahaan sehingga berbicara tentang bisnis identik dengan berbicara tentang perusahaan. Dengan demikian, untuk memahami seluk-bekuk bisnis di perlukan pengetahuan, pemahaman, dan penguasaan ilmu ekonomi perusahaan serta konsep-konsep pokoknya agar bisnis dapat di kelola sesuai sasaran (Fuad,2000).
Keuangan merupakan salah satu fungsi bisnis yang bertujuan untuk membuat keputusan-keputusan investasi, pendanaan, dan dividen. Keputusan pendanaan di fokuskan untuk mendapatkan usaha optimal dalam rangka mendapatkan dana/dana tanbah untuk mendukung kebijakan investasi. Masalah utama dalam mengoptimalkan keputusan pendanaan adalah menetapkan struktur modal (utang dan ekuitas) yang optimal sebagai asumsi dasar dalam memutuskan beberapa jumlah dana dan bagaimana komposisi jumlah dana pinjaman dan jumlah dana sendiri yang di tambahkan untuk mendukung kebijakan investasi sehingga kinerja keuangan perusahaan dapat tumbuh. Suatu aktivitas bisnis tidak akan dapat berjalan dengan baik jika tidak di dukung oleh ketersediaan dana yang baik dan mencukupi. Studi keuangan akan lebih memberi kelebihan pendalaman ke arah bagaiman dana akan di alokasikan oleh perusahaan (Anonim,2012).
Memahami tiga jenis dasar kegiatan usaha, investasi, dan pendanaan
mengapa kegiatan perusahaan menginformasikan pengguna laporan keuangan bagaimana sebuah perusahaan lakukan di menggalang dana (pembiayaan), dan menghasilkan pendapatan (operasional). Bagaimana menggunakan tiga steatments keuangan utama, yang menyediakan informasi tentang operatung tersebut, investasi dan pendanaan dari suatu bisnis,yang steatment arus chas diselenggarakan di sekitar operasi, investasi, kerangka pendanaan. Dengan dasar-dasar dari lingkungan akuntansi, laporan keuangan, dan siklus akuntansi di belakang kami, sekarang saatnya untuk menggunakan akuntansi untuk memahami bagaimana kerja bisnis, bagaimana berbagai kegiatan bisnis melaporkan hasil operasi mereka kepada investor. pernyataan bisnis yang paling dapat dibagi menjadi tiga kelompok : aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas pendanaan. aktivitas operasi melibatkan menjual produk atau jasa, membeli persediaan untuk dijual kembali., dan menimbulkan dan membayar biaya yang diperlukan terkait dengan kegiatan utama usaha (Stice,2008).
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Tranportasi/kendaraan
b. Alat tulis-menulis
2. Bahan
a. Home industry
B. Prosedur Praktikum
1. Kunjungan di lakukan di Home Industry yang relevan yang sudah di tentukan.
2. Penjelasan dan diskusi/wawancara dengan pihak perusahaan mengenai aktivitas industry aspek produksi, aspek organisasi, dan manajemen, aspek lingkungan.
3. Diskusikan dalam kelompok semua hal yang berkaitan kondisi yang sebenarnya.
Susun laporan kelompok yang memuat secara terinci mengenai aspek manajemen, produksi, pemasaran, dan lingkungan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
1. Profil perusahaan
Nama Perusahaan : Seaga
Pemilik : ibu Siti Galwati
Bentuk Usaha : usaha modiste dan usaha kulit
Lahirnya usaha modiste : tahun 1971
Lahirnya usaha kulit : tahun 1995
Hasil produk : tas, dompet, perlengkapan hotel, tempat
Make up, koper, toples dan lain - lain.
Bahan baku : kulit, daun pandan, enceng gondok, oskar
( imitasi kulit ).
2. Proses produksi
Pemotongan kertas karton sesuai pola – pemotongan bahan pokok ( kulit ) – merangkai produk - menjahit - pengecekan – pengemasan
3. Pemasaran
Di pasar- pasar seperti di malioboro
Di toko – toko di sekitar wilayah yogyakarta
Di tempat pariwisata dalam Yogyakarta seperti prambanan
4. Manajemen dan struktur organisasi perusahaan
Kepala produksi – bagian keuangan – supervisor – bagian pemasaran – karyawan
Dimana karyawan dibagi menjadi beberapa tugas: seperti bagian design, bagian pemotongan, bagian menjahit, bagian pengeleman, dan bagian antar barang (kurier).
